Skip to main content

Tips memilih bibit kambing yang baik - Cara Ternak Kambing

Bagaimanakah Cara Memilih Bibit Kambing Yang Baik?

memilih bibit kambing yang baik
anakan kambing

Kesalahan dalam memilih indukan akan menyebabkan kegagalan usaha yang berakibat pada kerugian usaha peternakan kambing. Untuk menghasilkan kambing dengan kualitas baik, pilihlah bibit indukan yang juga berkualitas baik. 

Sebagaimana usaha ternak pada umumnya, kualitas bibit kambing baik untuk usaha pembibitan, penggemukan, maupun usaha kambing perah. Bibit yang berkualitas akan menghasilkan produksi sesuai harapan, sebaliknya jika bibit yang dipelihara tidak berkualitas peternak akan merugi. Oleh karena itu, agar usaha yang telah dijalankan peternak tidak mengalami kegagalan dan kerugian, peternak harus jeli dalam memilih bibit kambing. Selain itu, peternak juga harus menguasai ciri-ciri bibit kambing yang baik sesuai tujuan pemeliharaannya. Bagi peternak pemula, dalam memilih bibit kambing sebaiknya meminta bantuan peternak yang sudah berpengalaman atau menyempatkan waktu untuk membaca buku-buku mengenai peternakan kambing

Apa tujuan pemilihan bibit kambing yang baik?

Pemilihan bibit harus disesuaikan dengan tujuan usaha kambing. Secara umum ada tiga macam usaha kambing yaitu pembibitan kambing, penggemukan kambing, dan usaha kambing perah. Tujuan pemilihan bibit kambing untuk pembibitan adalah agar induk kambing dapat menghasilkan jumlah anak yang optimal dan mempunyai keturunan dengan kualitas (mutu genetik) yang baik. Misalnya, induk kambing dapat melahirkan dua ekor anak per kelahiran dengan bobot badan yang baik dan interval kelahiran juga baik. Dengan demikian, dapat tercapai tiga kali melahirkan dalam waktu dua tahun.

Tujuan usaha penggemukan yaitu agar bibit yang dipilih dapat tumbuh dengan pertambahan bobot badan yang optimal dalam waktu tertentu, sedangkan tujuan pemilihan bibit untuk kambing perah yaitu agar kambing dapat menghasilkan susu yang optimal. Untuk membantu peternak mencapai tujuannya, sebaiknya peternak memasang target produksi usahanya sehingga lebih semangat dalam menjalankan usaha. Misalnya, target untuk pembibitan memperoleh jumlah anak yang sehat enam ekor dari tiap induk kambing dalam waktu dua tahun.Target penggemukan kambing memperoleh pertambahan bobot badan harian 100 g/hari.Target usaha kambing perah memperoleh susu 3 liter/ekor/hari.

Bagaimana cara memilih usaha kambing yang tepat antara usaha pembibitan, penggemukan, atau usaha kambing perah? Faktor-faktor apa yang harus diperhatikan?

Bagi peternak yang akan memulai usaha peternakan kambing sering kali bingung untuk memilih jenis usaha apa di antara ketiga jenis tersebut? Untuk menjawab pertanyaan tersebut dapat digunakan bahan pertimbangannya sebagai berikut.

1. Pasar 
Pasar menjadi pertimbangan utama pada sebuah usaha peternakan. Siapa yang akan membeli, di mana tempat untuk memasarkannya, bagaimana sistemnya, dan berapa kebutuhannya. Jika pasarnya jelas lebih mudah untuk menentukannya. Misalnya untuk memenuhi kebutuhan qurban atau aqiqah, berarti yang dipilih adalah usaha penggemukan. Untuk memenuhi permintaan bakalan, berarti yang dipilih usaha pembibitan, dan bila tujuannya untuk memenuhi permintaan susu, pilihlah usaha kambing perah. Intinya, kita harus jeli melihat dan memanfaatkan peluang usaha yang ada. Apabila kebutuhan untuk kambing qurban sudah jelas ada pasarnya, begitu pula untuk kebutuhan bibit sudah pasti pasarnya. Untuk pemasaran susu kambing perlu penelitian pasar lebih mendalam.

Pasar Kambing


2. Modal 
Setiap jenis dan skala usaha membutuhkan modal berbeda. Berapa ekor yang akan diusahakan, jenis kambingnya apa, bagaimana kandangnya, berapa tenaga kerjanya, pakannya beli atau tanam, dan berapa lama dapat menghasilkan itu semua harus disesuaikan dengan modal. Apabila modalnya sedikit, sebaiknya dimulai sedikit demi sedikit, setelah setahun usaha dan terlihat untungnya, baru ditingkatkan atau cari investor. Usaha pembibitan tentunya membutuhkan perputaran modal lebih lama dibandingkan dengan usaha penggemukan, jika ingin penghasilan harian yang tepat, usaha kambing perahlah yang dapat dipilih.

3. Tenaga Kerja
Berapa kebutuhan tenaga kerja, berapa gajinya, apa keahliannya, sudah berpengalaman atau belum. Beberapa hal tersebut penting untuk diperhatikan. Sebaik apa pun rencana yang dibuat, bila tenaga kerja bermasalah maka usaha peternakan yang dijalankan tidak akan berjalan lancar. Untuk usaha penggemukan, hal paling utama adalah tenaga kerja yang bertugas mencari dan memberi pakan serta membersihkan kandang. Selain itu, diperlukan juga tenaga ahli dalam mendeteksi berahi, merawat anak yang baru lahir, dan memelihara cempe/anak kambing. Untuk peternakan kambing perah, juga diperlukan tenaga yang ahli dalam mendeteksi berahi, merawat anak yang baru lahir, memelihara cempe, serta memerah susu.

4. Pakan
Ketersediaan pakan yang ada di lokasi juga harus dipertimbangkan. Untuk penggemukan, pemberian pakan harus didukung dengan pemberian limbah pertanian/limbah industri seperti ampas tahu dan bungkil singkong. Untuk kambing perah khususnya, sangat membutuhkan pakan berkualitas dari limbah maupun konsentrat buatan pabrik, sedangkan untuk pembibitan pada saat pemeliharaan cempe dan induk masa bunting juga harus ditunjang dengan pakan tambahan dari limbah industri/limbah pertanian. Selain itu, penting juga untuk memperhatikan faktor lainnya seperti suhu.Tidak seperti usaha pembibitan dan penggemukan yang dapat dilakukan di semua daerah, usaha kambing perah umumnya hanya dilakukan di daerah yang lebih dingin.

5. Kandang
Kandang penggemukan biasanya menggunakan kandang koloni atau individu, sedangkan untuk pembibitan dan perah diperlukan kandang induk, kandang anak, dan tempat untuk memerah.

Bagaimana cara memilih bibit kambing yang baik?


Jenis-jenis kambing yang ada di Indonesia terdiri atas beberapa macam, misalnya kambing kacang, kambing jawa randu, kambing peranakan etawa (PE), kambing etawa, dan lainnya. Setiap jenis kambing memiliki ciri dan karakter yang berbeda. Jenis kambing tipe dwiguna misalnya PE dan jawa randu. Jenis kambing ini dapat digunakan, baik untuk usaha pembibitan maupun kambing perah. Jenis kambing yang tepat untuk usaha pembibitan dan penggemukan saja misalnya kambing kacang, sedangkan tipe pedaging murni yaitu kambing boer dan kambing yang tipe perah yaitu PE dan kambing etawa. Ciri-ciri bibit kambing yang baik secara umum adalah sebagai berikut.

Ciri-Ciri Calon Induk Kambing Baik 
1. Calon induk tampak bersemangat,aktif bergerak, kepala selalu tegak, mata bercahaya, pertumbuhan bagus, rambut dan bulunya mengkilap.
2. Ukuran badan besar tetapi tidak gemuk.
3. Bentuknya kompak, dada dalam dan lebar, garis punggung dan pinggang lurus. 
4. Kakinya lurus terlihat kokoh, serta memiliki tumit yang tinggi. 
5. Umur di atas satu tahun. 
6. Tingkat kesuburan reproduksi sedang. 
7. Sifat keindukan baik. 
8. Tubuh tidak cacat. 
9. Berasal dari keturunan kembar dua. 
10. Jumlah puting dua buah. 
11. Berat badan lebih dari 20 kg.

Ciri Calon Kambing Pejantan Baik
Penampilan bagus dan besar.
Umur di atas 1,5 tahun.
Keturunan kembar.
Mempunyai nafsu kawin yang besar.
Sehat dan tidak cacat.

note : Induk pejantan yang berkualitas. bisa dilihat dari performa luarnya.Tubuh yang kompak, mata bersinar, dan sehat (tidak cacat) merupakan hal yang dapat dilihat pertama kalinya.

Jenis kambing apa saja yang dapat digunakan dalam usaha pembibitan dan penggemukan? Apa perbedaan usaha pembibitan dan penggemukan? Apa keduanya bisa digabung? Apakah bisa jika ketiganya digabung?

Semua jenis kambing dapat dipelihara untuk usaha pembibitan dan penggemukan. Sebagai contoh, kambing jawa randu, kambing PE, kambing etawa, kambing gembrong, kambing boer, dan kambing kacang. Pemilihan jenis kambing didasarkan pada permintaan pasar, keterampilan peternak, kondisi alam, dan modal.

Ciri utama usaha pembibitan yaitu adanya seleksi terhadap kambing yang berkualitas standar dan kambing yang di bawah standar. Kambing yang berkualitas dipelihara sebagai bibit, sedangkan kambing yang kualitasnya di bawah standar dijadikan sebagai kambing konsumsi (penggemukan). Penentuan kualitas kambing antara lain berdasarkan bobot badan dan bentuk fisik lainnya. Dalam usaha pembibitan juga harus menghindari perkawinan inbreeding (kawin sekerabat). Masalah pakan untuk kambing pembibitan juga harus lebih hati-hati seperti penggunaan pakan fermentasi. Jenis pakan tersebut dapat mempengaruhi siklus berahi induk kambing.

Kambing penggemukan lebih bebas dalam hal pemberian pakan, asalkan pakan yang diberikan tersebut tidak membahayakan. Hal ini karena siklus hidup kambing penggemukan lebih pendek dibandingkan dengan kambing untuk pembibitan.

Salah satu jenis kambing yang punya prospek usaha baik saat ini adalah kambing peranakan etawa (PE). Hal ini karena sifat kambing PE yang dwiguna, yaitu dapat dijadikan kambing perah, pembibitan, dan penggemukan sekaligus. Bagaimana cara memilih bibit kambing PE yang baik?

1. Bibit PE Betina
Penilaian kambing yang berkualitas berbeda sesuai dengan umurnya antara PE betina dewasa dengan PE dara dan cempe. Penilaian PE betina dewasa yaitu sebagai berikut.

a. Telinga panjang terjuntai minimal 28 cm dari lekukannya. 
b. Kontur telinga lemas. 
c. Panjang badan minimal 85 cm. 
d. Tinggi badan minimal 78 cm. 
e. Cekung hidung minimal 22 cm. 
f. Lingkar perut minimal 100 cm. 
g. Bobot hidup minimal 60 kg. 
h. Gelambir panjang dan lebar. 
i. Ekor melengkung ke atas.
k. Kambing susu berukuran sedang dan menyambung. Puting susu seperti botol dan tergantung lurus, sejajar, sertab simetris. Postur ambing dan puting seperti ini biasanya mampu berproduksi 3 liter/hari.

2. Bibit PE Pejantan
Seperti halnya kambing PE betina, seleksi pejantan pun tidak sama untuk umur yang berbeda. Umur pejantan minimal 30 bulan. Untuk PE pejantan muda dapat dinilai dari cara berdiri yang tegak, kaki tegak lurus, bulu mulus mengkilap, pandangan mata tajam, dan ekor melengkung ke atas. Adapun seleksi kambing PE dewasa jantan adalah sebagai berikut. 
a. Telinga panjang terjuntai minimal 32 cm dari lekukannya. 
b. Kontur telinga lemas. 
c. Panjang badan minimal 100 cm. 
d. Tinggi badan minimal 90 cm. 
e. Cekung hidung minimal 25 cm.
f. Lingkar perut minimal 100 cm. 
g. Bobot hidup minimal 80 kg. 
h. Gelambir panjang dan lebar. 
i. Ekor melengkung ke atas. 
j. Bibir atas dan bibir bawah sejajar saat mulut menutup. 
k. Dua buah zakar berukuran besar dan turun dengan panjang sejajar. 
l. Bulu badan mulus dan mengkilat.
m. Berdiri tegak dan lurus.

Bagaimana cara memilih bibit kambing etawa yang baik?

Beberapa kriteria yang dapat digunakan untuk memilih bibit unggul kambing etawa adalah sebagai berikut. 
a. Postur tubuh yang besar, tinggi, panjang, padat, dan seimbang.
b. Telinga dengan panjang terjuntai minimal 30 cm (jantan dewasa kelas A). Untuk betina dewasa panjang telinga minimal 27 cm dan lebar 6 cm.
c. Bibit betina memiliki keturunan profilik.
d. Memiliki kepala besar, pendek, cembung, dan melengkung.
e. Warna yang umum dimiliki kambing etawa adalah hitam kelam bersinar, putih salju bersinar, merah kecokelatan bersinar, serta perpaduan variasi kepala sampai pundak hitam keseluruhan, belakang putih bersih, dan pergelangan kaki hitam. 
f. Bulu pada kambing etawa umumnya ada yang lurus dan ada yang keriting. 
g. Kambing etawa memiliki kaki yang besar, tegak lurus, dan berisi bulu lebat. 
h. Ekor panjang, besar, berdiri, dan bergerak-gerak. 
i. Kambing etawa memiliki leher yang besar, panjang, dan lebar. Jika berjalan menengadah ke atas membentuk sudut 50°.
j. Tanduk pada kambing etawa umumnya besar, panjang, kokoh. Bervariasi membengkok ke belakang dan menutupi telinga. Bentuk tanduk umumnya tidak bulat. 
k. Pada jantan, skrotum berwarna hitam dan berbentuk W, ukurannya besar dan bertangkai pendek. Pada betina, ambing dan puting susu besar, lurus, panjang.

Bibit betina berkualitas. Salah satu ciri bibit betina berkualitas baik terlihat dari bentuk ambingnya yang besar dan tidak cacat. Bibit betina yang berkualitas juga memiliki sifat profilik.


7. Berapa macam jenis kambing etawa?

Berdasarkan kualitas kelas dan istilah dalam masyarakat, kambing etawa terbagi atas tiga macam, yaitu sebagai berikut.

1. Kambing Etawa Super
Kambing etawa super merupakan jenis kambing kontes yang memiliki fisik jauh di atas kambing rata-rata. Kambing jenis ini menjadi pilihan utama untuk dipelihara serta memiliki harga jual yang tinggi. Walaupun harga jualnya mahal, masyarakat rela merogoh kocek demi mendapatkan kambing jenis ini. Akan tetapi, jarang sekali peternak yang rela melepas kambing etawa super yang dimilikinya. Transaksi jual beli kambing etawa jenis ini sering kali terjadi pada saat kontes. Kontes kambing etawa super selalu ramai didatangi pengunjung dari berbagai daerah dan sering terjadi omset diluar nalar pada saat transaksi jual beli kambing ini. Hal ini karena harga kambing sangat jauh tinggi di atas harga kambing etawa pada umumnya.
Kambing Etawa Super
Kambing Etawa Super


2. Kambing Etawa Kaligesing
Merupakan persilangan kambing etawa asal India dengan kambing lokal. Pertama kali dikembangkan di daerah Purworejo, Kecamatan Kaligesing. Perbedaan antara kambing etawa asli dan kambing etawa jenis ini adalah pada warna bulunya yang beragam. Mulai dari cokelat, hitam, bercak bercak, dan belang. Ciri khas yang utama yaitu telinga melipat ke depan dan warna kepala hitam seperti ninja. Warna bulu yang disukai masyarakat adalah perpaduan warna putih pada badannya dan hitam pada bagian kepala. 

Kambing etawa kaligesing merupakan kambing berkualitas yang banyak dipelihara sebagai koleksi. Walaupun tubuhnya tidak sebesar kambing etawa super, tetapi kambing etawa kaligesing juga sering diikutsertakan pada kontes karena keindahannya.

Kambing Etawa Kaligesing


3. Kambing Etawa Senduro 
Berasal dari Lumajang Jawa Timur tepatnya daerah lereng gunung berapi Senduro. Nama senduro diberikan pada awal bencana gunung berapi yang melanda Lumajang. Hingga saat ini, kambing etawa senduro dikembang biakan dan mempunyai nama tersendiri di hati penggemar kambing. Umumnya, kambing etawa senduro ipelihara untuk diambil produksi susunya. Warna tubuh kambing etawa senduro dominan putih bersih dan bergelambir pada bagian leher. Panjang telinga mencapai 50 cm, postur besar, dan tingginya dapat mencapai 1 meter.
Kambing Etawa Senduro

Bagaimana tips membeli kambing etawa? 


Berdasarkan pengalaman peternak, ada beberapa kriteria yang harus diperhatikan pada saat membeli kambing etawa. Kriteria tersebut antara lain sebagai berikut.

1. Pola Warna Tubuh Kambing 
etawa biasanya memiliki pola warna yang bervariasi seperti putih, hitam, dan cokelat. Pola warna terbanyak yaitu paduan antara putih-hitam atau cokelat-putih. Pola warna paling banyak digemari saat ini adalah pola dasar badan putih dengan pola warna kepala hitam legam.

2. Pola Telinga dan Kepala Pola
telinga yang bagus adalah yang menjuntai ke bawah, lemas dan panjang. Semakin panjang telinga kambing, berarti semakin bagus kambing tersebut. Panjang telinga kambing etawa yang ideal sekitar 23—35 cm. Untuk kriteria pola kepala yang bagus, terlihat dari bentuk kepala yang cembung seperti lingkaran bila dilihat dari samping dan memiliki rahang yang kuat. 

3. Pola Tubuh
Semakin besar tulang pada kambing, kemungkinan kambing tersebut untuk tumbuh kembang kambing akan maksimal. Hal ini merupakan cara yang mudah untuk memperkecil risiko kerugian jika membeli kambing di pasar.

Bagamana ciri-ciri kambing etawa yang digunakan untuk kontes?

Ciri-ciri kambing etawa yang dapat digunakan untuk kontes adalah sebagai berikut.
a. Postur: tinggi, panjang, besar, padat seimbang, tampak depan dan belakang sama besarnya (ideal). 
b. Bentuk kepala: besar, pendek, cembung setengah lingkaran. 
c. Telinga: panjang, melipat, lebar, lurus, lentur, tidak bergelombang/ keriting dengan kelipatan luar dan dalam yang simetris. 
d. Pola warna: keserasian antara 2—3 warna dalam tubuh kambing yang mempunyai nilai seni. 
e. Rewos/jibrak: bulu belakang bersih, panjang, lebat, dan bergelombang menjuntai ke bawah. 
f. Bulu/rambut: bulu yang bersih, mengilat, lebat merata di seluruh badan 
g. Leher/gelambir: panjang, besar, serta padat dengan gelambir yang lebar membentuk variasi yang baik (serasi). 
h. Tanduk: besar, kokoh, dan pipih dengan variasi melingkar ke samping dan mengarah ke depan.
i. Ekor: ekor yang berbonggol tebal, panjang, berdiri tegak dengan variasi bulu yang lebat. 
j. Kaki: bentuk kaki kokoh, besar, serasi, tidak berbentuk X atau O. 
K. Testis/ambing: testis besar, sedang, dengan variasi bentuk W. Pada betina, ambing harus besar serta lentur dengan variasi puting yang sama.

Bagaimana cara memilih kambing perah yang baik secara umum?

Untuk memilih kambing perah yang berkualitas baik, perhatikan empat cara sebagai berikut.
1. Perhatikan ukuran tubuh kambing tersebut. Kambing yang besar akan memiliki kemungkinan yang lebih besar dalam menghasilkan susu yang lebih banyak dibandingkan kambing yang berukuran lebih kecil. Untuk kambing saanen, toggenburg, dan anglo nubian, pilih yang berat rata-ratanya 42 kg dan tingginya sekitar 67 cm. Untuk kambing peranakan etawa (PE), pilihlah yang beratnya minimalnya 20 kg. 
2. Lihat seluruh bagian tubuh kambing tersebut, jangan sampai terdapat cacat. Matanya harus bersinar dan tidak sayu.
3. Pilihlah kambing yang jinak dan ramah sehingga memudahkan untuk diperah. Selain itu, pilih kambing yang gerakannya lincah dan aktif. Hal ini karena menandakan bahwa kambing tersebut sehat.

4. Perhatikan dengan cermat bagian ambing. 

  • Ambing merupakan kelenjar penghasil susu. Ambing memiliki dua bagian yaitu tempat penampung dan tempat mengeluarkan susu (puting). 
  • Ambing dengan kualitas baik adalah yang kencang kulit luarnya dan tidak jatuh atau lemas. Hal ini karena ambing yang lemas akan menyulitkan peternak ketika diperah dan akan mengganggu kambing ketika berjalan. Ambing yang lemas tersebut akan mudah terluka dan menyebabkan terjadinya penyakit (mastitis). 
  • Produksi susu juga dipengaruhi oleh volume ambing. Volume ambing dapat dihitung dengan cara melihat perbandingan antara diameter horizontal dan vertikal.
  • Ambing yang berbentuk mendekati bulat adalah yang terbaik. Bagian penampung susu dan puting harus memiliki perbandingan besar yang sama.
  • Pilih kambing dengan bagian puting yang besar dan panjang sehingga memudahkan peternak dalam memerah. Semakin tua umur kambing, semakin besar pula putingnya.


Bagaimana cara mengetahui kambing etawa yang mandul?


1. Ciri Pejantan Kambing Etawa Mandul
Kambing etawa jantan mulai berahi pada umur 6—8 bulan. Berahi ditandai dengan kaki depan yang berwarna cokelat, kuning, dan kotor. Apabila pada umur tersebut kaki depan kambing etawa jantan terlihat bersih, kemungkinan kambing etawa jantan tersebut mandul.

2. Ciri Indukan Kambing Etawa Mandul
Kambing etawa betina mulai berahi pada umur 6 bulan. Secara fisik, sulit untuk menentukan apakah seekor kambing etawa betina mandul atau tidak. Umumnya, kambing betina yang sudah beranak bentuk ambingnya akan membesar. Apabila dijumpai pada kambing betina yang sudah tua tetapi ukuran ambingnya masih kecil, ada kemungkinan jika kambing betina tersebut mandul.

Untuk menghindari kemandulan pada kambing peliharaan, sebaiknya beli pejantan dan indukan kambing etawa dari peternak lain yang terpercaya. Akan lebih baik jika peternak datang langsung ke peternakan untuk melihat dan mengamati sendiri kambing etawa yang akan dibeli. Peternak dapat juga menanyakan langsung ke pemilik kambing untuk mengetahui umur dan riwayat dari kambing tersebut.

Mengapa performa kambing etawa yang dipelihara di tempat saya tidak sebaik kambing etawa di Kaligesing?

Dalam usaha peternakan kambing etawa, prinsip keberhasilan ditentukan oleh banyak faktor yaitu dari pemilihan bibit yang baik, perkandangan yang memadai, dan kualitas pakan yang diberikan. Akan tetapi, sering kali terjadi perbedaan performa yang terjadi tersebut bukan disebabkan oleh pemilihan bibit. Pada dasarnya pemilihan bibit oleh peternak sudah benar, tetapi permasalahan itu timbul akibat kesalahan dalam sistem perkandangan dan pemberian pakan. Dengan demikian, kambing yang dipelihara tidak sebaik di Kaligesing.

Kandang yang terlalu sempit tentu saja membuat udara menjadi kurang dan akan mengakibatkan pengap, dehidrasi, lalu menyebabkan kerontokan bulu kambing. Sebaliknya, kandang yang terlalu lebar membuat gerak kambing tidak beraturan. Kandang kambing tradisional yang ada di wilayah Kecamatan Kaligesing sudah melalui penelitian yang panjang meskipun tidak secara formal. Peternak Kaligesing memiliki pengalaman yang panjang dalam membuat kandang kambing etawa dan memiliki sejarah panjang dalam menentukan ukuran kandang ideal.

Penyebab lainnya adalah kesalahan pemberian pakan. Banyak peternak baru yang tidak memahami secara benar faktor nutrisi yang dibutuhkan oleh kambing etawa sehingga kambingnya tidak berkembang sesuai dengan yang kita harapkan. Hijauan pakan ternak sampai saat ini masih menjadi andalan peternak wilayah Kaligesing, meskipun sudah dikenal teknologi alternatif makanan ternak.

Pemberian konsentrat sebenarnya juga diperbolehkan dengan ketentuan bahwa konsentrat tersebut memiliki kandungan nutrisi yang dibutuhkan kambing etawa. Akan tetapi, peternak juga harus menyadari bahwa pemberian konsentrat secara terus menerus akan mengakibatkan perubahan sistem pencernaan pada kambing etawa.

Apa kelebihan kambing jawa randu dibandingkan dengan kambing jenis lainnya?

Kambing jawa randu merupakan hasil persilangan antara kambing kacang dengan peranakan etawa. Kambing jawa randu masih memiliki genetika cenderung mendekati kambing kacang meski tubuhnya relatif lebih besar dibanding kambing kacang. Kambing jawa randu memang tak segagah dan tak secantik etawa, namun termasuk kambing penghasil daging serta susu yang baik seandainya dirawat dengan benar selayaknya kambing etawa.

Kambing jawa randu lebih cocok sebagai alternatif penghasil daging karena harganya yang relatif lebih murah dari kambing etawa. Kambing jawa randu juga banyak diminati sebagai hewan qurban. Kambing jawa randu mudah dibudidayakan karena termasuk kambing yang relatif cepat tumbuh menjadi besar dengan pola makan yang mudah seperti kambing kacang. Pemberian pakan silase atau fermentasi sangat cocok untuk kambing jawa randu. Hal ini karena pakan fermentasi akan mempercepat pertumbuhan kambing menjadi besar dan gemuk. Kambing jawa randu juga tidak memerlukan kandang yang kokoh seperti kambing etawa.

Kambing Jawa Randu


Apa kelebihan kambing kacang dibandingkan dengan kambing jenis lainnya?

Nama kambing kacang merupakan panggilan khusus dari masyarakat Indonesia. Istilah kacang diberikan karena kelebihan kambing ini dibandingkan dengan jenis kambing lainnya. Kelebihannya yaitu rasa dagingnya lebih enak (daging tanpa lemak), badannya lebih berisi, mudah dalam perawatan, cepat berdadaptasi dengan lingkungan, lebih tahan penyakit, cepat beranak dan sering beranak kembar dua bahkan kadang kembar tiga (profilik). Kambing kacang mudah didapatkan dengan harga yang murah dan terjangkau sehingga memungkinkan petani yang bermodal kecil untuk berbudidaya kambing kacang. Ciri ciri kambing kacang yaitu sebagai berikut.
1. Badan relatif kecil dan pendek.
2. Panjang tanduk jantan 10 cm, sedangkan tanduk betina 8 cm. 
3. Panjang telinga sekitar 15 cm dan memiliki hidung yang lurus.
4. Kambing jantan memiliki janggut, sedangkan kambing betina tidak berjanggut. 
5. Persentase karkas sekitar 44—51%.
6. Bobot sapih umur 90 hari yaitu sekitar 10 kg. 
7. Kambing betina beranak pertama kali pada umur 12—13 bulan.
8. Kambing jantan mencapai dewasa kelamin pada umur 19—25 minggu (135—173 hari), sedangkan betina pada umur 307 hari.
9. Kemampuan hidup saat lahir 100%, sedangkan kemampuan hidup dari lahir sampai sapih yaitu sekitar 79%.
10. Kemungkinan induk melahirkan anak kembar dua sekitar 52%, anak kembar tiga 3%, dan kelahiran tunggal 44%. 
11. Bobot hidup kambing jantan 25 kg dan bobot hidup kambing betina 15—20 kg.

Kambing Kacang


Cara memilih bibit kambing kacang jantan yang berkualitas baik yaitu sebagai berikut. 
1. Tubuhnya besar dan panjang, tidak terlalu gemuk, gagah, punggung lurus, serta dada dalam dan lebar.
2. Kaki lurus dan kuat serta memiliki tumit yang tinggi.
3. Buah zakar normal dan memiliki libido tinggi.
4. Umur lebih dari 1,5 tahun (gigi seri tetap).
5. Berasal dari keturunan kembar.

Cara memilih induk kambing kacang yang baik sebagai berikut.
1. Tubuh kompak, dada dalam dan lebar, garis punggung dan pinggang lurus, serta bertubuh besar tetapi tidak gemuk.
2. Jinak dan sorot matanya ramah. 
3. Kaki lurus dan tumit tinggi. 
4. Tidak cacat, rahang atas dan bawah rata. 
5. Ambing simetris dan jumlah puting dua. 
6. Umur lebih dari 12 bulan (dua buah gigi seri tetap). 
7. Berasal dari keturunan kembar.

Mengingat jarang peternak kambing di pedesaan yang memiliki catatan kelahiran kambing. Bagaimana cara menentukan umur kambing dengan melihat gigi?


Sebelum membeli kambing, salah satu hal yang harus selalu ditanyakan oleh pembeli adalah umur kambing. Pertanyaan yang sering digunakan yaitu apakah kambing tersebut sudah pupak atau belum. Meskipun seekor kambing tubuhnya besar tetapi jika belum pupak, biasanya pembeli akan mencari kambing lainnya yang sudah pupak.

Pupak yaitu kondisi gigi kambing yang sudah mengalami pergantian dari gigi seri susu menjadi gigi seri permanen. Kambing yang sudah pupak minimal sudah berumur 1,5 tahun. Apabila gigi seri susu masih utuh seluruhnya berarti kambing belum pupak dan umurnya di bawah satu tahun.

Penentuan umur kambing yang paling tepat adalah dengan melihat catatan kelahiran kambing tersebut. Akan tetapi, di pedesaan sering kali seekor kambing lahir tanpa ada catatan kelahiran (recording) dari pemiliknya. Dengan demikian, sulit untuk mengetahui kapan, tanggal, bulan, dan tahun kambing tersebut dilahirkan. Metode penentuan umur melalui gigi sudah lama dibuktikan kebenarannya. Bagi pembeli yang belum paham dapat meminta bantuan orang yang berpengalaman ketika membeli kambing.

Pergantian Gigi Pada Kambing
gbr pergantian gigi kambing



Edey (1993) mengemukakan bahwa susunan gigi seri permanen pada kambing yang sudah dewasa adalah sepasang gigi seri sentral, sepasang gigi seri lateral, sepasang gigi seri intermedial, sepasang gigi seri sudut pada rahang bawah, tiga gigi premolar dan tiga gigi molar.

seri sudut pada rahang bawah, tiga gigi premolar dan tiga gigi molar. Lebih lanjut Frandson (1993) menyatakan bahwa pendugaan umur kambing berdasarkan gigi seri susu yaitu sebagai berikut:
1. Jika pada kambing telah tumbuh sepasang gigi seri susu sentral, kambing berumur 1—7 hari.
2. Sepasang gigi seri susu lateral, kambing berumur 1—2 minggu.
3. Sepasang gigi seri susu intermedial, kambing berumur 2—3 minggu.
4. Sepasang gigi seri susu sudut, kambing berumur 3—4 minggu.
5. Sepasang gigi seri susu sentral akan digantikan oleh sepasang gigi seri permanen sentral ketika kambing berumur 1—1,5 tahun.
6. Sepasang gigi seri susu lateral akan digantikan oleh sepasang gigi seri permanen lateral ketika kambing berumur 1,5—2,5 tahun.
7. Sepasang gigi seri susu intermedial akan digantikan oleh sepasang gigi seri permanen intermedial ketika kambing berumur 2,5—3,5 tahun.

Dimanakah tempat untuk mendapatkan kambing etawa ras Kaligesing yang berkualitas baik? Berapakah kisaran harga kambing etawa ras Kaligesing?

Salah satu tempat yang direkomendasikan untuk membeli kambing etawa ras Kaligesing adalah peternakan gunung kelir.

Alamat: Komplek menara gunung kelir rt 07 rw 01. Tlogosirah Katerban, Desa Donorejo, Kec. Kaligesing, Kab. Purworejo, Jawa Tengah. 
Telepon : 081392759532 (Totok/Sugiharto) 
Telepon :081390997929 (Bambang)
Seperti halnya harga ternak lainnya, harga kambing etawa ras Kaligesing juga berubah seiring berjalannya waktu. Akan tetapi, sebagai acuan untuk membeli kambing jenis ini dapat dilihat pada tabel-tabel berikut.

Harga Kambing Kaligesing
gbr tbl harga kambing kaligesing

Masuk ke Daftar Tips ->  Cara Ternak Kambing
Sebelumnya -> Seluk Beluk Dunia Kambing
Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar