Skip to main content

Empat Penyakit - Tuhan Maaf Kami Sedang Sibuk


Tuhan Maaf Kami Sedang Sibuk
Syukuri waktu luangmu

Sebagaimana udara, rezeki allah tersedia dengan berlimpah. Kalau ingin dapat, kita butuh menghirupnya. Tapi tak usah serakah. Hirup secukupya saja. Kita hanya butuh beberapa untuk kelangsungan hidup. Sisanya, biarkan menjadi hak orang lain.

Hadis ini mungkin menyentak kesadaran kita, bahkan ada dari kita yang lantas manggut-manggut menyetujui sambil mengatakan. “Jadi ini yang membuat tidak tenang, sibuk tiada habisnya, bingung tiada ujungnya, kebutuhan tiada cukup-cukupnya, dan berambisi taka da selesai-selesainya”.

Rasullah bersabda, “Barangsiapa bangun di pagi hari dan hanya dunia yang dipikirkannya, sehingga seolah-olah ia tidak melihat hak Allah dalam dirinya, maka Allah akan menanamkan empat penyakit:
1.    Kebingungan yang tiada putus,
2.    Kesibukan yang tiada berujung,
3.    Kebutuhan yang tiada terpenuhi,
4.    Khayalan yang tidak berujung

Betapa banyak dari kita yang ketika bangun tidur yang kita pegang pertama kali adalah handphone, melihat adakah pesan panggilan pesan yang masuk , betapa banyak dari kita yang saat baru membuka mata yang pertama kita buka adalah media sosial, membaca status-status yang belum tentu kita butuhkan . Betapa banyak dari kita yang baru bangun tidur yang teringat pertama kali adalah tugas-tugas kuliah, pekerjaan kantor, dan berbagai urusan dunia yang lain.

Tak sempat kita mensyukuri karunia Allah yang telah ‘menghidupkan’ kita kembali, tak sempat kita meraba kedua tangan, kedua kaki, lalu mengucap hamdalah karena masih komplit. Tak sempat kita mengetes penglihatan, pendengaran, lidah, yang masih berfungsi normal , lalu kita katakan Allhamdulillah.
Mungkin itulah mengapa yang dianjurkan dalam sunnah, setelah bangun tidur, berdoalah,
الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي أَحْيَانَا بَعْدَ مَا أَمَاتَنَا وَإِلَيْهِ النُّشُورُ
Alhamdulillaahil Ladzii Ahyaanaa Ba’da Maa Amaatanaa Wailaihin Nusyuur
Artinya : "Segala puji bagi Allah yang menghidupkan kami kembali setelah mematikan kami dan kepada-Nya (kami) akan dikumpulkan." (Hadits Al Bukhari dan Muslim)
 
Doa Bangun Tidur
Doa Bangun Tidur
Mungkin itu pula sebabnya usai bangun tidur dimalam hari, baiknya kita mendahuluinya dengan qiyamullail, kita hidupkan malam kita dengan tilawah. Sungguh dengan mengingat Allah hati kita menjadi tenang.

Ketika kita mengingat Allah, percayalah Allah yang akan mengurusi segala hidup kita. Allah yang akan memudahkan urusan dunia kita. Allah yang akan mencukupkan kebutuhan hidup kita. Allah tak mungkin menzalimi hamba yang sudah mencintai dan mengabdi kepada-Nya.

Jangan takut tak kebagian harta. Harta dicari bukan untuk memenuhi ambisi dan nafsu kita. Dunia dijemput dalam rangka sebagai bekal menghadapnya. Dunia hanya sebagai sarana untuk menggapai bahagia di akhirat. Jangan hanya karena mengejar “sarana” menjadikan fokus hidup kita membelok dari yang semestinya.

Sebagaimana udara, rezeki Allah tersedia dengan berlimpah. Kalau ingin dapat, kita butuh menghirupnya. Tapi tak usah serakah, Hirup secukupnya saja. Kita hanya butuh beberapa untuk kelangsungan hidup. Sisanya biarkan menjadi hak orang lain.






Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar